Pandeglang (MKnews)-Kepala Badan Kepegawaian Dan Diklat (BKD) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta memastikan bahwa persiapan serta sarana dan prasarana pendukung untuk pelaksanaan Test Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi CPNS dan P3K non guru di Kabupaten Pandeglang, telah siap.

Bahkan, kesiapannya untuk menyelenggarakan test SKD CPNS dan PPPK Non Guru yang direncanakan akan diselenggarakan dari 15-29 September 2021, di SMPN Karang Tanjung ini, telah dimonitoring langsung oleh Kepala Kantor Regional III Bandung Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tauchid Djatmiko.

Baca Juga  AGAR TERBENTUK MENTAL YANG DISIPLIN TERHADAP MURID SEKOLAH DASAR BABINSA MENGAJAR PBB DI SD KEPAS KOPO

“Insyaallah kami sudah siap. Bahkan kesiapan kami sudah di monitoring dari Kepala Kantor Regional III Bandung Badan Kepegawaian Negara (BKN)Tauchid Djatmiko,”ungkapnya saat dihubungi wartawan, pada Minggu (12/9).

Demi kesuksesan penyelenggaraan test seleksi CPNS dan PPPK Non Guru ini, BKD Pandeglang telah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang dalam hal penyediaan tempat serta perlengkapan pendukung untuk para peserta yang akan mengikuti test seleksi.

Baca Juga  BABINSA 1705-01/NABIRE MONITORING PELAKSANAAN VAKSINASI COVID 19 DI DAERAH BINAANYA

“Untuk lokasi dan perlengkapan pendukung kami telah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang,”jelasnya.

Ali Fahmi kembali mengingatkan kepada para peserta CPNS dan PPPK mengenai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan test SKD. Salah satunya adalah peserta yang akan mengikuti tes SKD wajib melampirkan hasil tes swab atau PCR atau antigen dan sudah mengikuti vaksin, juga menggunakan masker rangkap 3.

Baca Juga  Personil Berprestasi Diganjar Penghargaan

Guna mempermudah para peserta, Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah menggratiskan biaya untuk test usap atau Swab antigen disejumlah Puskemas yang ada di Kabupaten Pandeglang.

“Jika peserta tes SKD CPNS dan PPPK tidak dapat menunjukkan bukti vaksin, dan tidak melampirkan hasil tes PCR antigen yang sah dan masih berlaku, maka peserta tidak diizinkan mengikuti tes,” tegas Ali Fahmi Sumanta. (g/red).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *