Kabupaten Tangerang (MKnews)-Sekretaris Daerah Kab Tangerang, Moch Maesal Rasyid membuka Kick Off Pelaksanaan Program Sanitren (Sanitasi Berbasis Pesantren) Tahun 2021. Kegiatan ini dilaksanakan  di Hotel Istana Nelayan Jatiuwung Kota Tangerang, Selasa (19/10/21)

Hadir pula Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tangerang, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, pihak Bappeda dan 150 pimpinan pondok pesantren yang mendapatakan bantuan Sanitren.

Program sanitasi pesantren yang sudah mulai sejak tahun 2018 merupakan salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, dimana program tersebut untuk membangun sarana sanitasi berupa layanan air bersih untuk mandi, cuci dan WC  di lingkungan pesantren.

Baca Juga  Ketua Organda Tangsel Ditemukan Tewas di Kantornya

Program Sanitren ini bertujuan agar setiap pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Tangerang juga mengedepankan dan memperhatikan pembangunan sanitasi di setiap pondok pesantrennya agar bersih, sehat, rapi dan nyaman. 

“Program unggulan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah untuk memberikan bantuan pembangunan sanitasi untuk pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tangerang. Tahun 2021 sebanyak 150 pondok pesantren akan diberikan bantuan untuk program sanitren”, ungkap Sekda Maesal Rasyid. 

Baca Juga  Pemkab Tangerang Tutup Tempat Wisata Pantai Pasir Putih PIK 2

Program unggulan Sanitren ini merupakan program unggulan religius yang sudah dijalankan pemerintah daerah dalam rangka bukan hanya meningkatkan dari sisi keagamaan saja namun juga sekaligus membentuk dan meningkatkan kualitas hidup dalam sisi kesehatan para santri, guru, ulama, ustadnya. Lebih jauh lagi, program unggulan ini juga bertujuan untuk mengikis habis anggapan bahwa pondok pesantren itu kumuh dan tidak tertata.   

Baca Juga  Babinsa Koramil 1708-01/Biak Kota Bersama Warga Karya Bhakti di Gereja GKI Lachairoi Impendi-Adoki

Dari sekitar 800 pondok pesantren saat ini, pemerintah baru bisa memberikan bantuan program Sanitren kepada 346 pondok pesantren. Program Sanitren tahun 2018 dimulai sebanyak 46 ponpes, 2019 sebanyak 150, 2020 tidak diberikan karena covid-19, tahun 2021 sebanyak 150 pondok pesantren.

“Separuh lagi sesuai dengan arahan pimpinan, bupati dan wakil bupati, akan kita selesaikan dalam 2 atau 3 tahun mendatang supaya semua pondok pesantren mendapatkan sanitasi yang layak,” kata sekda. (hms/rizal).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *