Tangsel (MKnews)-Persoalan sampah merupakan tanggung jawab tiap individu dari masyarakat Kecamatan Setu, oleh sebab itu pengelolaan sampah harus dilakukan bersama-sama dan masyarakat harus menjadi agen penggerak pengelolaan sampah.

Demikian disampaikan Camat Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan Hamdani saat membuka acara sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di aula Kecamatan Setu, kemarin.

“Kita tidak boleh berhenti untuk mengajak, mengingatkan dan menyadarkan masyarakat agar seluruh elemen masyarakat menyikapi sampah sebagai kewajiban dirinya bukan kewajiban orang lain,” ujarnya.

Sebagai penggerak,lanjut Hamdani, masyarakat bisa melakukan aksi nyata dengan cara menyisir sampah dari radius tempat tinggal mereka melalui fasilitas bank sampah. “Misal dilakukan pada hari sabtu, menyisir sampah dari siis kanan, kiri depandan belakang rumahnya, sudah banyak sampah yang terkumpul di bank sampah. Nah warga yang melakukan ini sudah menjadi agen penggerak,” ujarnya.

Baca Juga  Sambut Hari Bhayangkara ke-74, Kapolda Banten Bagikan Ribuan Paket Sembako

Siapa saja yang tergerak hatinya untuk peduli dan merasa bertanggung jawab terhadap persoalan sampah, maka dirinya telah melaksanakan salah satu kecil ibadah, karena semua agama menekankan pentingnya kebersihan dan kesucian lingkungan “Sebetulnya kalau kita peduli dan mau menyelesaikan persoalan sampah tentu tidak kalah pentingnya dengan ibadah lainnya yang kita jalankan,” jelasnya.

Baca Juga  Cegah Penyebaran COVID-19, Mulai 1 Juli 2021 Layanan Aktifasi PBB Tatap Muka Dilayani di UPT Pajak Daerah

Menurut Hamdani, fasilitas bank sampah yang jumlahnya 41 dan 7 TPS 3 R harus dimanfaatkan kegunaannya tak hanya sekedar tempat pembuangan sampah, melainkan juga dapat dikelola menjadi sebuah barang yang bermanfaat. “Kalau penyerahan bank sampah secara simbolisasi itu sudah biasa. Tapi kalau alatnya kita gunakan secara maksimal itu yang baik,” terangnya.

Kecamatan Setu saat ini telah memiliki 41 bank sampah serta 7 Tempat Pembuangan Akhir, Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3 R).

Baca Juga  Masyarakat Sekitar Satuan Radar 211 Menerima 1500 Paket Sembako dari TNI AU

Fasilitas pengelolaan sampah itu saat ini terus di optimalkan melalui program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sementara itu Wakil Walikota Tangsel mengapresiasi upaya pengelolaam sampah berbasis masyarakat yang dilalukan Kecamatan Setu.

“Apa yang dilakukan Kecamatan Setu dan Dinas Lingkungan Hidup, saya sangat mengapresiasi,” ujar Pilar. Pilar menambahkan, Kecamatan Setu menjadi Kecamatan pertama yang melakukan pengolahan sampah berbasis masyarakat. “Saya ingin ini (program pengelolaam sampah berbasis masyarakat-red) dilakukan di Kecamatan-Kecamatan lain,” tandasnya.(*/red).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *