Tangsel (MKnews)-Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) pada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) resmi terbentuk, sekaligus disosialisasikan kepada perangkat daerah dan stake holder, di Gedung Balaikota lantai 4, Ruang Blandongan, Jalan Maruga Raya, Ciputat.

“Saya telah mengeluarkan surat edaran nomor 951/2992-W-BPKAD/2021, dan dengan mengacu pada Keputusan Presiden nomor 3 tahun 2021 tentang satuan tugas percepatan perluasan digitalisasi daerah kemudian saya menerbitkan Surat Keputusan Walikota tentang tim penguatan dan perluasan digitalisasi daerah. Agar semua pengelolaan keuangan dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” kata Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, saat menyampaikan sambutannya.

Baca Juga  Jaga Ketahanan Pangan, DKP Bagikan Bibit Tanaman Produktif

Lebih lanjut, kata Benyamin, dalam konteksnya TP2DD dibentuk dalam rangka penerapan digitalisasi penerimaan daerah, baik pajak maupun retribusi.

“Kita fokuskan penerimaan daerah. Teknisnya dimulai dari transaksi perbankan, misalnya para wajib pajak kita punya M-Banking, kemudian Bank BJB sebagai kas daerah kita punya aplikasi, jadi transaksinya tidak harus ketemu orang, kira-kira seperti itu. Contohnga pajak hotel dan restoran,” ujarnya.

Diketahui, PT Bank Pembangunan Jawa Barat Banten (Bank BJB) yang menjadi Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) juga tergabung dalam tim tersebut.

Untuk itu, Kepala Bank BJB Cabang Tangsel Ockie Catrena menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk senantiasa mendukung setiap program TP2DD Kota Tangsel, yang juga sejalan dengan misi utama dari Bank BJB.

Baca Juga  Walikota Airin : Segala Pekerjaan Harus Dilakukan Dengan Totalitas

“Kita berharap TP2DD di Kota Tangsel dapat menjadi wadah komunikasi bagi para stakeholder dalam menciptakan pemahaman bersama akan pentingnya digitalisasi transaksi Pemerintah Daerah dalam rangka menciptakan pengelolaan keuangan daerah yang efektif, transparan dan akuntable. Bank BjB sebagai bagian integral dari Pemkot Tangsel sekaligus anggota dari TP2DD, tentunya akan senantiasa mendukung program2 TP2DD, dimana hal ini juga sejalan dengan salah satu misi utama bank bjb untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat melalui digitalisasi perbankan,” terangnya.

Baca Juga  Menengok Pembangunan Huntab Di Kabupaten Pandeglang

Terpisah, Sekertaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel, Rahayu Sayekti mengungkapkan, bahwa selama ini digitalisasi di sektor pajak dan retribusi daerah sudah berjalan.

“Sebenarnya disisi perpajakan kita sudah melakukan digitalisasi. Banyak chanel-chanel pembayaran pajak pada web Bapenda Tangsel, itu kan sudah bagian dari digitalisasi. Sementara, untuk retribusi sekarang juga sudah diperluas chanel-chanelnya, untuk dapat melayani masyarakat secara online. Jadi pada intinya, kita di Bapenda Tangsel sudah sangat siap dalam hal percepatan dan perluasan digitalisasi daerah,” pungkasnya.(dam/red)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *