Wonogiri (MKnews)-Sebagai persiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrim yang terjadi di sebagian besar Pulau Jawa, Pemkab Wonogiri menggelar Apel dan Sarasehan Kesiapsiagaan Bencana. Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo ini digelar di Alun-Alun Giri Kridha Bhakti dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Wonogiri mengatakan bahwa tidak seorangpun yang mengharapkan terjadinya bencana, namun apabila bencana itu terjadi, semua komponen masyarakat harus siap menghadapinya dengan sigap dan bijaksana.

“Bencana tentu tidak kita inginkan terjadi, akan tetapi, sikap waspada dan siaga perlu selalu dikedepankan, karena potensi kebencanaan dapat muncul setiap waktu, dan kesiapan dalam menghadapinya sangat penting demi menghindari jatuhnya korban jiwa atau kerusakan yang menimbulkan kerugian berupa harta atau benda,” ujarnya seperti dikutif dari Laman Web Pemkab Wonogiri.

Diakui Bupati, wilayah Kabupaten Wonogiri merupakan daerah dengan poin potensi bencana alam sangat tinggi, dimana potensi bencana alam harus dihadapi baik di musim kemarau maupun musim penghujan.

Baca Juga  BABINSA KORAMIL 1705-01/NABIRE BERSAMA MASYARAKAT BINAAN, MELAKSANAKAN KEGIATAN KERJA BAKTI PEMBUATAN TALUD DI KAMPUNG WADIO SP3

“Ini merupakan konsekuensi dari letak geografis Kabupaten Wonogiri yang berada di zona merah bencana alam. Segenap perangkat pemerintahan memiliki kewajiban yang sama untuk bersinergi dalam penanganan bencana alam, diawali dengan membangun kesadaran untuk tetap hidup dengan aman di wilayah zona merah bencana alam,” imbuhnya.

Terkait data kebencanaan, Bupati menyampaikan bahwa bencana yang terjadi di Kabupaten Wonogiri seperti banjir, tanah longsor, tanah bergerak, tanah ambles, kebakaran dan angin kencang menunjukkan kecenderungan yang menurun, baik dalam jumlah maupun kerugian yang diakibatkan bencana.

Data tahun 2020 mencatat 93 kejadian bencana dengan total kerugian mencapai Rp 1.287.100.000,-. Pada tahun 2021, hingga awal bulan November, tercatat tujuh kejadian bencana dengan taksiran nilai kerugian sebesar Rp 22.000.000,-.

Bupati Wonogiri juga mengapresiasi hadirnya para relawan di berbagai organisasi masyarakat dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) hingga ke tingkat Desa/ Kelurahan dalam penanganan bencana alam, membuat kondisi tangguh bencana semakin kuat di Kabupaten Wonogiri.

Baca Juga  Kapolres Wonogiri Hadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana

 Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, dalam Sarasehan Kesiapsiagaan Bencana Daerah mengatakan bahwa hadirnya pribadi-pribadi yang memiliki jiwa relawan tersebut, menjadi pionir tanggap bencana dan menjadikan Kabupaten Wonogiri yang terletak di zona merah bencana semakin tangguh.

“Sikap inilah yang perlu terus ditumbuhkembangkan, diwariskan dari generasi ke generasi agar karakter mulia ini menjadi karakter masyarakat Indonesia yang kental dengan nuansa gotong-royong,” ujarnya pada acara yang digelar di Pendopo Rumah Dinas usai Apel Bersama.

Wakil Bupati mengimbau perlunya penyusunan gambaran kondisi riil potensi rawan kebencanaan dalam suatu peta dan data yang rinci, untuk kemudian diinformasikan kepada masyarakat, sehingga muncul tindakan antisipatif yang dapat dilakukan bahkan hingga ke anak-anak yang harus hidup di daerah rawan bencana.

Baca Juga  Kapolda Banten Terima Kunjungan Ketua Umum PPSI dan DPW Banten

“Anak-anak diberikan pemahaman tinggal di wilayah rawan bencana, tindakan apa yang harus dilakukan manakala berhadapan dengan situasi yang kritis. Dengan metode yang tepat, pemahaman menghadapi bencana akan menjadi reflek yang bagus, yang sangat berguna pada situasi kritis dan situasi darurat yang mungkin terjadi yang ditimbulkan bencana alam,” tuturnya.

Wakil bupati menandaskan bahwa setiap individu wajib bersiap untuk melakukan pencegahan atau mitigasi bencana, sebagaimana tema “Kesiapsiagaan Dimulai dari Diri Sendiri”, yang diartikan bahwa kesiapan dan ketangguhan menghadapi bencana dimulai dari diri sendiri, meluas pada seluruh anggota keluarga, komunitas, dan pada akhirnya akan terwujud pada seluruh masyarakat Kabupaten Wonogiri.

Sarasehan juga yang diselenggarakan via Zoom Meeting tersebut juga diikuti oleh anggota Bhabinsa Kecamatan, Kepala Desa, Lurah, Ketua BPD, Ketua LPM, san anggota relawan desa tanggung bencana se-kabupaten Wonogiri. (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *