20, Oktober, 2020

Media Kreasi News

Sarana Komunikasi Dan Informasi Masyarakat

Cerita Satpam Pasar di Tangsel, Was-Was Tertular Corona Akibat Penuh Pembeli

Tangsel (MK)- H-1 lebaran Idul Fitri membuat kondisi pasar-pasar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipenuhi pembeli. Salah satunya Pasar Modern BSD, yang terletak di Jalan Letnan Sutopo, Rawa Mekar Jaya, Serpong.

Para pembeli seakan tak memerdulikan lagi status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih diterapkan. Mereka berkerumun dan rela berdesakan demi membeli kebutuhan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan perayaan Idul Fitri besok, Minggu 24 Mei 2020.

Hal berbeda dirasakan salah satu Satpam bernama Tisna Hermawan (33). Dia berjaga selama 12 jam tiap hari di pintu masuk pasar. Pengunjung yang datang, harus melalui pengecekan suhu tubuh olehnya. Kontak fisik itu, membuat dia ikut khawatir tertular Covid-19.

“Tiap pintu masuk dijaga, jadi harus dicek dulu. Kalau was-was ya pasti ada, karena namanya orang banyak yang datang begini kita nggak tahu kondisinya. Paling kita cuma pantau suhu tubuhnya aja,” kata Tisna kepada Okezone, Sabtu (23/5/2020).

Menurut dia, Pasar Modern BSD sempat tutup pada awal pelaksanaan PSBB. Namun kembali dibuka dengan pengetatan sesuai protokol kesehatan Covid-19. Pengunjung yang datang harus memakai masker dan dengan kondisi suhu tubuh normal.

“Ini baru seminggu belakangan ini padet banget, mungkin mau lebaran juga. Kalau kita siaga di pintu-pintu masuk mengingatkan pengunjung pakai masker, cek suhu. Pernah ada beberapa yang suhunya di atas 37, terus kita jelasin akhirnya kita suruh cek darah dan istirahat di rumah, jadi nggak dikasih masuk,” jelasnya.

Sebagai Satpam pasar, dituturkan Tisna, bekerja di masa normal sangat berbeda jauh dengan kondisi saat ini yang dilanda wabah Covid-19. Apalagi jika jumlah pengunjung membludak. Keluar-masuk orang dengan latar belakang kesehatan yang tak diketahui, sulit dideteksi secara fisik.

“Kan memang banyak juga di berita-berita ya, ada yang tertular karena berkerumun begitu, di ruangan, di pasar. Resikonya itu, makanya sebisa mungkin saya selalu jaga kebersihan, terutama cuci tangan, pakai masker,” imbuhnya.

Diceritakan Tisna, ada kekhawatiran tersendiri bagi dia dan istri dengan resiko pekerjaannya itu. Oleh karenanya, saat pulang kerja, Tisna langsung mengganti pakaian dan mandi bersih dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Kalau saya pulang, istri langsung nyuruh ganti pakaian, mandi. Takutnya kan kita ada anak kecil juga, kita nggak tahu di luar sana ketemu siapa aja di pasar. Sekarang banyak juga kan yang istilah Orang Tanpa Gejala (OTG) itu,” ucapnya.

Tisna berharap, wabah Covid-19 cepat berakhir. Di samping itu, dia juga berpesan agar setiap orang memberikan kontribusi masing-masing agar mencegah penyebarluasan virus, minimalnya dengan memakai masker, mencuci tangan saat beraktivitas.

“Sekarang serba salah, namanya setiap orang mau merayakan tradisi lebaran jadi harus beli ini-beli itu di pasar, kita nggak bisa larang. Paling kita cuma ingatin soal masker sm cuci tangan tadi,” tandasnya.

Pasar modern BSD Serpong, sendiri merupakan salah satu pasar terlengkap di Kota Tangsel. Berbagai kebutuhan pokok sehari-hari tersedia di sana. Akses jalan yang luas dan strategis, membuat pasar ini selalu ramai dipilih para pembeli. (dmy/red).