26, Oktober, 2020

Media Kreasi News

Sarana Komunikasi Dan Informasi Masyarakat

Jagoan Gerindra Segera Diumumkan

Banten (MK)-Meski di dua kabupaten berangkat dari pasangan calon (Paslon) incumbent, Gerindra Provinsi Banten dan partai koalisi mengklaim bakal menurunkan calon jagoannya saat berlangsungnya penyelenggaraan Pilkada serentak Banten 2020.

Seperti diketahui, 4 penyelenggaraan Pilkada serentak di Banten diantaranya Pilkada Kabupaten Serang dan Pandeglang tetap akan diisi oleh incumbent atau calon yang masih menjabat.

Di Kabupaten Serang incumbent Ratu Tatu Chasanah akan berpasangan kembali dengan Pandji Tirtayasa. Sementara Bupati Irna Narulita juga akan kembali maju di Pilkada Kabupaten Pandeglang.

“Saat ini kami sedang godok nama-nama yang akan diturunkan untuk empat penyelenggaraan Pilkada di Banten. Kami godok dahulu biar matang,” ucap Andra Soni dihubungi via telepon selurer, Minggu (7/6/2020) malam.

Ketua DPRD Banten ini melanjutkan, di seluruh perhelatan Pilkada serentak di Banten dia mengaku partai besutan Prabowo Subianto ini memang belum merekomendasikan satu nama calon pun.

Kemudian, di empat kabupaten/kota di Banten kami belum bisa mengusung satu calon karena jumlah perolehan kursi Gerindra belum memenuhi syarat pengusungan Paslon.

“Seperti di Pandeglang kami mengantongi 8 kursi, Serang 8 kursi juga. 8 itu kursi belum cukup, harus nambah 2 kursi lagi. Kami (Gerindra) akan membuat pilihan dan menciptakan calon pemimpin baru. Intinya biar gak ada kotak kosong lah. Kotak kosong tak bagus untuk demokrasi,” tukas Andra.

Begitu juga di Kota Cilegon dan Tangsel. Lantaran kekurangan syarat kuota kursi pencalonan. Maka jalinan komunikasi politik dengan partai lain tetap harus dilakukan sepanjang mengantongi pemikiran sama.

“Yang penting sevisi, satu pemahaman, satu pemikiran membangun daerah masing-masing. Nanti nama yang akan disodorkan ke publik akan diumumkan setelah rekom keluar dari DPP Gerindra,” ucapnya.

Ditanya soal peluang melawan incumbent menyebut yang terpenting tentunya selain ingin memenangkan pesta demokrasi tetapi adanya pilihan soal calon nanti bentuk pendidikan politik. Bahwa demokrasi adalah pilihan untuk memilih calon pemimpin. (*/red)