1, November, 2020

Media Kreasi News

Sarana Komunikasi Dan Informasi Masyarakat

Tidak Pakai Masker Dilarang Masuk Pasar Baturetno

Wonogiri (MK)-Menghadapi pandemi Covid-19 ini yang tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir, Pelaku Pasar Bung Karno Kecamatan Baturetno tegas terapkan protokol kesehatan. Berdasarkan pemantauan media di lapangan, baik pengunjung dan pedagang pasar tampak mematuhi himbauan tatanan kehidupan baru.

Meski beraktifitas seperti biasa, tetapi protokol kesehatan diberlakukan dengan ketat, diantaranya pengunjung yang tidak menggunakan masker dilarang memasuki area pasar. Himbauan ini tercantum dalam bentuk spanduk yang dipasang di tembok gerbang pintu masuk area pasar. Selain itu, setiap pengunjung pasar juga dicek suhu tubuh dengan thermo gun oleh petugas keamanan yang berjaga di depan. Pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcious tidak diijinkan masuk area pasar.

Sebelum meemasuki pasar, telah disiapkan wastafel untuk mencuci tangan lengkap dengan sabun cuci tangan. ada sesuatu yang istimewa dari wastafel ini, yakni dimana pengunjung tidak perlu memutar keran air, melainkan menginjak pedal dengan kaki, sehingga air akan mengalir dengan sendirinya. Demikian juga dengan pompa botol sabun cuci tangan, Pengunjung tidak perlu secara bergantian menyentuh botol sabun, tetapi penginjak pedal yang telah disediakan. Wastafel yang disebut Wafer (Wastafel Portable) ini tengah dikembangkan di balai latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Wonogiri.

Dalam kondisi pasar yang sangat ramai, petugas jaga di pasar bung karno juga memberlakukan aturan satu jalur belanja pada gang kios pasar. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarai interaksi yang berlebihan antara pengunjung, mencegah terjadinya kerumunan, dan agar pengunjung dapat menerapkan disiplin antri dan menjaga jarak. Pasar Bung karno  juga menyediakan ruang cek kesehatan beserta petugas jaga apabila ada pengunjung atau pedagang pasar yang merasakan sakit dan gangguan kesehatan, dapat melapor langsung ke petugas jaga.

Ditemui di pendopo, Bupati Wonogiri menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik wacana Pemerintah Pusat untuk memberlakukan tatanan kehidupan baru.

“Kami mengajak masyarakat Wonogiri untuk tetap dapat beraktivitas seperti sedia kala dengan tetap menjalankan protokol kesehatam secara disiplin. Sudah saaatnya kita merubah perilaku sesuai protokol kesehatan menjadi suatu kebiasaan dan menyatu dalam kehidupan membentuk kepribadian baru, khususnya bagi para pelaku pasar tradisional,” kata Bupati Joko Sutopo.

diharapkan, dengan patuh pada protokol kesehatan ini, semua masyarakat sehat, selamat, dan kegiatan perekonomian pun tetatp menggeliat. (hms/red).