30, Oktober, 2020

Media Kreasi News

Sarana Komunikasi Dan Informasi Masyarakat

H. MUHAMAD , Maknai Idul Qurban Dimasa Pandemic

Tangsel (MKnews)-Perayaan hari raya idul adha atau juga hari raya qurban merupakan hari besar keagamaan kedua yang sangat dinanti oleh seluruh umat muslim didunia, perayaan idul adha kali ini tidak seperti tahun sebelumnya, dimana pemerintah memberangkatkan jamaah calon haji mencapai ratusan ribu orang, ditengah pandemic covid 19 ini pemerintah menunda pemberangkatan Jemaah calon haji, akan tetapi semangat ibadah untuk pleksanaan sholat dan qurban tidak pernah menyuruti keinginan umat muslim didunia terutama diindonesia.

H. Muhamad selaku sekda tangsel sekaligus juga calon walikota tangerang selatan  ini melaksanakan shola tied berjamaan di masjid al hikkmah ciputat bersama keluarga dan amsyarakat sekitar, dengan memperhatikan protocol kesehatan  social distancing serta  memakai masker.

Dalam pelaksanaan sholat iedul adha  tersebut Drs. H Muhamad , M.Si juga menekankan pentingnya mengambil hikmah dari sejarah berqurban yang dilakukan oleh baginda nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail AS, “ kepatuhan serta ketaqwaan seseorang selalu diuji kita bisa lihat dari sejarah nabi Ibrahim dan nabi ismail , Sebagaimana kisah Nabi Ismail A.S dan Nabi Ibrahim A.S menggambarkan sebuah pengorbanan yang luar biasa dalam menta’ati perintah Allah Swt. Setelah terbukti keta’atan dan keikhlasannya, maka Tuhan menggantikan pengorbanan mereka dengan yang lebih baik.

Lebih lanjut H.Muhamad mengungkapkan,  jadi ada tiga hal yang dapat kita petik dari kisah nabi Ibrahim dan nabi ismail, pertama tentang totalitas kepatuhan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim mendapat julukan “khalilullah” (kekasih Allah) mendapat ujian berat pada saat rasa bahagianya meluap-luap dengan kehadiran sang buah hati dalam rumah tangganya.

Yang kedua  “Nabi Ibrahim lolos dari ujian ini dan membuktikan bahwa dirinya sanggup mengalahkan egonya untuk tujuan mempertahankan nilai-nilai ilahi. Dengan penuh ketulusan, Nabi Ibrahim menapaki jalan pendekatan diri kepada Allah SWT sebagaimana makna kurban, yakni pendekatan diri,”

Yang ketiga Sementara Nabi Ismail, meski usianya masih belia mampu membuktikan diri sebagai anak berbakti dan patuh kepada perintah Allah SWT. Menariknya, Nabi Ibrahim memohon pendapat dari Nabi Ismail dengan tutur kata halus dan tanpa unsur paksaan.

“Atas dasar kesalehan dan kesabaran yang dia miliki, akhirnya memenuhi panggilan Allah SWT,”

 Hakikat Kurban Sedekah daging hewan kurban hanyalah simbol dari makna  korban yang sejatinya sangat luas, meliputi pengorbanan wujud harta, benda, tenaga, pikiran, waktu dan lain sebagainya.

“Pengorbanan merupakan manifestasi dari kesadaran manusia sebagai makhluk sosial. Bayangkan, bila masing-masing manusia sekadar memenuhi ego dan kebutuhan sendiri tanpa peduli dengan kebutuhan orang lain, alangkah kacaunya kehidupan ini. (Dmy/red)