27, Oktober, 2020

Media Kreasi News

Sarana Komunikasi Dan Informasi Masyarakat

Remako Tigaraksa : Pemuda Harus Berolahraga

 Kabupaten Tangerang (MKnews)- Ditengah Pandemi Virus Corona atau disebut Covid-19 Tim sepak bola Remaja Kolot (Remako) Tigaraksa atau sering disebut Old Star Tigaraksa melaksanakan kerjabakti bersama KOK dan Karang Taruna diwilayah Tigaraksa di Stadion Mini Tigaraksa. Minggu, 23/08.

Ketua Old Star Tigaraksa Sanul menjelaskan kita semua ditigaraksa saling guyub bersilaturahmi dalam olahraga khususnya di Sepak Bola pemersatu antara tua dan muda.

” Oldstar Tigaraksa siap menampung Remako yang ada, kita bersama-sama membangun dunia olahraga,” ungkapnya dilapangan Stadion mini Tigaraksa.

Untuk minggu ini kerjabakti kita fokuskan pemerliharaan lapangan, lanjut Sanul, mungkin minggu bessok kita jadwalkan bertanding diinternal wilayah tigaraksa hingga nanti kita bertanding dengan Tim Persita oldstar.

” Saat ini kita tarap pembenahan fasilitas, tidak menutup kemungkinan kita undang olstar persita atau oldstar di Kecamatan lain, Sekaligus menggelorakan olahraga melawan Covid-19,” ujar pemain bola yang berjaya diera 1980.

Senada dengan Sekretaris Komite Olahraga Kecamatan Tigaraksa Diki menambahkan saat ini kita bersama membangun dunia olahraga tigaraksa saling, baik Sepak Bola, Bulutangkis, Dan cabang olahraga yang lainnya.

” Intinya kita terus memupuk bibit-bibit atlet ditigaraksa, semua cabang kita perhatikan untuk mengulang kejayaan didunia olahraga tingkat kabupaten yang lalu,” tuturnya.

Sekretaris Kecamatan Tigaraksa Hendarto pun mendukung adanya kegiatan kerja bakti bersama KOK dan Oldstar Tigaraksa, karena ini fasilitas yang dibangun Pemerintah daerah untuk masyarakat tigaraksa ayo kita jaga dan rawat bersama-sama untuk digunakan.

” Kebersamaan ini kita jaga, harus terus semangat menggelorakan olahraga di tigaraksa agar masyarakat Sehat dengan berolahraga,” ucapnya saat meninjau di Stadion Mini Tigaraksa.

Hadir pula Lurah Kaduagung Ibu Wulan, Sekjen KOK, Karangtaruna yang ada di Tigaraksa, Remaja Katomas dan masyarakat Desa Tapos. (hms/red).