20, Oktober, 2020

Media Kreasi News

Sarana Komunikasi Dan Informasi Masyarakat

Satgas Preventif Ops Patuh Kalimaya 2020, Edukasi Warga Untuk Disiplin

Serang (MKnews) – Sebanyak 18 personel satgas preventif yang tergabung dalam Operasi Patuh Kalimaya 2020 melaksanakan patroli di wilayah hukum Polda Banten, Rabu (05/08/2020).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar menjelaskan operasi patuh kalimaya 2020 ini mengusung tema optimalisasi giat preemtif, preventif serta kamseltibcarlantas guna meningkatkan simpati masyarakat terhadap polantas dalam rangka pencegahan virus Covid-19.

“Operasi Patuh Kalimaya 2020 ini sasarannya adalah pelanggaran lalu lintas yang bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan. Hanya saja untuk operasi yang digelar di masa pandemi Covid-19 ini, penindakan tidak langsung diberikan tapi melalui pendekatan, upaya preemtif, preventif dan juga persuasif,” kata Fiandar.

Sementara itu, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo menambahkan bahwa hari ini giat patroli sasarannya adalah pengendara kendaraan bermotor dan masyarakat sekitar yang berkumpul.

“Personel melakukan patroli di Parung, Terminal Pakupatan, Arimbi bawah dan Arimbi atas. Personel melaksanakan penindakan lalu lintas dan memberikan arahan (sosialisasi) serta himbauan kepada masyarakat,” terang Rudy.

Lanjut Rudy, “Jika pelanggaran sudah berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal baru dilakukan penindakan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan”.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, dalam patroli dialogis personel satgas mengajak masyarakat bekerjasama dengan pihak Kepolisian dalam memerangi premanisme demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Personel satgas Polda Banten melaksanakan patroli dengan cara yang humanis mereka berdialog dan selalu mengingatkan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas, selalu waspada karena kejahatan bisa datang kapan saja dimana saja. Alhamdulillah patroli aman terkendali dan tidak ditemukan adanya kriminalitas atau kejahatan jalanan,” tutup Edy Sumardi. (Bidhumas/red)