31, Oktober, 2020

Media Kreasi News

Sarana Komunikasi Dan Informasi Masyarakat

Seminar Online, Sehat Bersama Ling Tien Kung

Tangerang (MKnews)-Dalam rangka merayakan hari kemerdekaan RI ke-75, komunitas Ling Tien Kung yang tergabung dalam Sasana Buana Gardenia dan Sasana Pakujaya Tangsel mengadakan seminar online via zoom dengan mengusung tema Sehat Bersama Ling Tien Kung, Rabu (26/8).

Hadir sebagai pembicara utama Ketua Pembina Ling Tien Kung Shane Feldo dan tiga orang narasumber yaitu Mayjen TNI Widodo DP, dr Achmad Mediana dan H. Sunarto. Peserta seminar yang berjumlah 94 orang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Pulau Bintan, Samarinda, Maumere NTT, Surabaya, Malang, Jogyakarta, Bandung dan jabodeabek.

Shane Feldo selaku Ketua Dewan Pembina menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya seminar online ini seraya meminta keluarga besar Ling Tien Kung untuk mengambil sisi positif dari pandemi dan tetap menjaga kesehatan.

“Terima kasih kepada panitia seminar online yang telah mempersiapkan acara ini sehingga keluarga besar Ling Tien Kung tetap dapat menjalin kebersamaan meskipun berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kami mengajak untuk tetap menjaga kesehatan karena mayoritas anggota kita sudah senior  dan banyak yang sakit. Latihan dapat dilakukan apabila pemerintah setempat sudah memberikan lampu hijau dan tetap menjaga protokol kesehatan.” Ujar Shane

Shane menyampaikan pengalamannya yang mengambil sudut pandang  positif dari pandemi ini. menurutnya pandemi membuat lebih dekat dengan keluarga termasuk dengan Semu, neneknya. Masa pandemi juga membuatnya punya banyak kesempatan untuk mendalami ilmu Ling Tien Kung melalui video-video warisan sang kakek, Lao shi.

Sementara itu Aspotmar Kasal sekaligus Pembina Ling Tien Kung Jabodetabek Mayjen TNI Widodo DP mengajak keluarga besar Ling Tien Kung untuk menghormati pendiri yaitu Lao Shi dan Semu dengan cara mengamalkan tiga hal.

“ Lao She pernah berpesan kepada saya dan pada kesempatan baik ini saya akan teruskan kepada bapak ibu keluarga besar Ling Tien Kung karena menurut saya salah satu cara menghormati pendiri adalah dengan mengamalkan pesan-pesan beliau. Tiga pesan itu adalah: 1. Ling Tien Kung adalah terapi. Tekniknya tidak boleh ditambah atau dikurangi, 2. Ling Tien Kung adalah gerakan misi sosial, jangan dibisniskan, 3. Ling Tien Kung tidak boleh berhenti di kita, tapi harus kita sebarkan kepada orang lain,” pungkas Widodo.

Narasumber berikutnya adalah dr. Achmad Mediana. Seorang dokter kandungan senior di Jakarta, Ketua Perhimpunan Menopause Indonesia (PERMI) dan juga Ketua Bidang Medis Ling Tien Kung Jabodetabek. Ahmad mengatakan manfaat terapi ini sudah dirasakan banyak anggota. Salah satunya Minulyo, penderita stroke yang rutin latihan di sasana MRBJ Bintaro yang  kondisinya semakin membaik dari hari ke hari. Ahmad juga menyampaikan bahwa Ling Tien Kung sebagai sebuah komunitas sehat sudah dalam arah yang benar.

Ling Tien Kung sudah dalam arah yang benar dan ini menginspirasi saya untuk terus mengembangkan komunitas sehat. Setidaknya ada tiga komponen komunitas sehat yaitu kesehatan, edukasi dan lingkungan. Kita perlu konsep pemantauan, pendampingan yang bersifat pribadi setiap anggota menggunakan teknologi digital. Namanya MyPHA. Personal health Assistant. Sebuah aplikasi yang berisi fitur-fitur tentang profil kesehatan yang bisa digunakan sebagai acuan rekomendasi personalized berdasarkan kesehatan anggota.” Jelas Ahmad.

Narasumber ketiga adalah H Sunarto. Seorang pensiunan dari Pemprov DKI Jakarta dan instruktur Ling Tien Kung yang mengelola tiga sasana di wilayah Tangerang selatan. Pria yang biasa disapa Haji Narto ini mengingatkan pentingnya gerakan tingkat dasar sebagai terapi penyembuhan dan juga teknik gerakan lanjutan yang manfaatnya dalah peremajaan sel dalam tubuh.

“Gerakan tingkat menengah dalam Ling Tien Kung  yaitu Fung U Lung V adalah peremajaan yang basicnya adalah gerakan drap kuda dalam tingkat dasar. Dalam Fung U Lung V tidak ada lagi mpet-mpet tapi seluruh gerakan menggunakan energi titik nol. Kita tidak perlu suntik stem cell yang sekali suntik 15 juta. Cukup dengan rutin latihan Fung U Lung V insyaAllah sel-sel kita mengalami peremajaan,” ujar Narto.

Sementara itu moderator yang juga pembina Sasana Buana Gardenia dan Sasana Pakujaya Permai Rasyid Taufik menyampaikan apresiasinya kepada narasumber dan peserta seminar.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para pembicara dan peserta yang masih tetap semangat mengikuti acara pada malam hari ini. Semoga kita semua dapat menyerap dan mengamalkan pelajaran-pelajaran yang kita dapatkan dari para pembicara. Mohon maaf atas kekurangan selama acara berlangsung.” Kata Rasyid sekaligus mengakhiri acara seminar online. (rls/red).