21, Oktober, 2020

Media Kreasi News

Sarana Komunikasi Dan Informasi Masyarakat

Aksi Tolak Omnibus law, Bentrok di Depan Kawasan Pergudangan GBN

Kota Tangerang (MKnews) – Aksi demo tolak Omnibus law Rusuh Di Depan Kawasan Pergudangan Garda Bakti Nusantara (GBN) di Jalan Daan Mogot, Batu Ceper, Kota Tangerang, Kamis (8/10/2020).

Ribuan buruh turun ke jalan di wilayah Kota Tangerang Banten, mereka menggelar aksi demo menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Para buruh memadati ruas Jalan Daan Mogot, Batu Ceper Kota Tangerang akses menuju ke Jakarta. Ribuan buruh tersebut mengenakan atribut dari berbagai serikat pekerja atau organisasi buruh yang ada di wilayah kota Tangerang.

Mereka hendak ke Jakarta menggunakan kendaraan sepeda motor, dan mobil bus dengan dipimpin mobil komando. Aparat Gabungan TNI-Polri dari Kecamatan Batu Ceper berusaha menyekat para pendemo massa aksi buruh agar tidak bisa menuju Jakarta untuk melakukan aksi di gedung DPR RI.

Namun, aparat gabungan Polri dan TNI tidak bisa menahan penyekatan walaupun sempat menyemprotkan  water canon dan tembakan peringatan gas air mata untuk mengurai massa buruh tapi karena jumlah personil keamanan tidak sebanding dengan jumlah massa aksi yang jumlahnya ribuan ditambah sebagian massa sudah mulai terprovokosi dengan melakukan pelemparan dan pengrusakan.

Diketahui satu unit mobil kepolisian rusak parah dan kaca pos satpam kawasan pergudangan hancur berantakan, tidak ada korban luka dalam bentrok tersebut karena pihak keamanan tidak terpancing provokosi massa aksi yang melakukan kerusuhan.

Kapolsek Batu Ceper AKBP Wahyudi, melalui Kasi Humas Polsek Batu Ceper. Bripka Eko, mengatakan. “Kita sudah berusaha melakukan upaya penyekatan, massa buruh dan massa aksi gabungan dari mahasiswa pelajar serta masyarakat dari Tangerang Kota yang akan menuju DKI Jakarta,” tegasnya.

“Akan tetapi gabungan TNI/POLRI selaku pihak keamanan Kamtibmas jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah massa aksi yang akan bertolak ke Jakarta akhirnya barikade barisan pun jadi sasaran empuk timpahan hujan ratusan batu dari massa aksi tersebut dan karena kalah jumlah  kekuatan maka akhirnya kami mengijinkan massa aksi untuk berjalan menuju Jakarta,” tambahnya.

Lanjut, Eko. Sementara tidak ada korban dari pihak Petugas,  adanya anarkisme dari massa aksi pada saat peristiwa ceos atau rusuh dilaporkan untuk satu unit mobil Rangger Dinas Fungsi Sabhara Polres Metro Tangerang Kota telah hancur diamuk massa yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

“Kami berharap untuk situasional kamtibmas di wilayah Kota Tangerang dan di wilayah DKI Jakarta dalam kondisi yang baik aman dan kondusif,” ujar, Kasi Humas Polsek Batu Ceper. Bripka Eko I.Y. mewakili Kapolsek Batu Ceper.  (her/Asep)