30, Oktober, 2020

Media Kreasi News

Sarana Komunikasi Dan Informasi Masyarakat

Dampak Covid-19, 17,9 Persen IKM Berhenti Operasi

 Kabupaten Tangerang (MKnews)- Hasil survei Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang 17,9 persen Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Tangerang berhenti beroperasi di tengah Pandemi COVID-19.

 Sedangkan IKM yang produksi normal 11,4% dan yang tetap melakukan produksi meskipun di tengah kesulitan pandemi COVID-19 sebanyak 70,7%.

Hasanudin selaku Kepala Seksi Industri Menengah Besar pada Disperindag Kabupaten Tangrang mengungkapkan bahwa survei ini dilakukan dalam rangka mengetahui dampak dari COVID-19 terhadap industri kecil menengah di Kabupaten Tangerang.

“Kami telah mengirimkan kuesioner kepada 457 IKM yang ada di Kabupaten Tangerang namun yang merespon dan mengirimkan kembali kuesionernya hanya 140 IKM yang tersebar di Kabupaten Tangerang,” Ujar Hasanudin di Ruang Kerjanya.

Katanya, dari 140 IKM tersebut paling banyak terdapat di Kecamatan Kelapa Dua sebanyak 45 IKM, selanjutnya Pasar Kemis, Curug, dan Legok masing-masing 15 IKM, serta Panongan 10 IKM, dan Cikupa 9 IKM.

“Dari hasil survey tersebut didapati bahwa sebagian besar IKM sumber modalnya berasal dari pribadi sendiri sebanyak 121 IKM, 16 IKM berasal dari pinjaman perbankan 2 dari koperasi 1 pinjaman lainnya,” Ungkapnya.

Dan dari 140 KM tersebut paling banyak mereka menghasilkan produk seperti makanan dan olahan makanan serta minuman maupun kuliner. Namun Dari 140 IKM ada 41,4% pekerja yang dirumah kan karena terdampak COVID-19 dan selebihnya 58,6% tidak di rumah kan.

“Di tengah pandemi ini IKM ada yang tidak berproduksi dan ada yang masih melakukan produksi. yang berhenti operasi 17,9% yang berproduksi normal 11,4% dan yang tetap melakukan produksi meskipun di tengah kesulitan pandemi COVID-19 sebanyak 70,7%,” pungkasnya.

Hal senada ditambahkan oleh Kepala Disperindag Kab.Tangerang Ujang Sudiartono mengungkapkan, dari hasil survei tersebut kami menyimpulkan bahwa yang paling dibutuhkan oleh perusahaan untuk tetap beroperasi atau bertahan dan dapat meningkatkan omset di masa pandemi COVID-19 ini adalah permodalan itu yang paling penting.

Lanjutnya, dengan bantuan permodalan bisa meningkatkan produktivitas dan terus lanjutkan beroperasi selain itu pemasaran atau marketing juga menjadi permasalahan yang cukup banyak dihadapi oleh para IKM.

Menurut Ujang, Pemerintah Kab.Tangerang ditengah pandemi ini telah banyak melakukan kebijakan salah satunya untuk pemuliahn dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, khusnya dunia usaha kecil, bantuan permodalan, bantuan subsidi bunga dan bantua lainnya, itu semua demi mendongkrak ekonomi masyarakat. (hms/red).