21, Oktober, 2020

Media Kreasi News

Sarana Komunikasi Dan Informasi Masyarakat

Satgas COViD-19 Kabupaten Tangerang Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Pesantren Tahfidz Insan Pratama Balaraja

Kabupaten Tangerang (MKnews)- Tim Satuan Tugas COVID-19 Kabupaten Tangerang tinjau langsung Penerapan Protokol kesehatan di Pesantren Tahfidz Insan Pratama Balaraja yang terpapar virus Corona.

Pesantren tersebut di Jalan Perahu No 7 Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.

Ketua Satgas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Dr. Hery Heryanto, M.Si, Kamis menjelaskan kedatangan pihaknya ke Pesantren Tahfidz Insan Pratama Balaraja ini setelah menerima laporan dari masyarakat dan juga para orang tua santri bahwa di lingkungan pesantren Insan Pratama terdapat 10 santri dan tenaga pengajar terpapar virus corona.

” Kedatangan tim Satgas COVID-19, merupakan tanggung jawab bersama, dan kita sama-sama melakukan penanganan agar tidak menularkan,” ucap Hery Heryanto.

Menurut Hery, informasi yang diterima Satgas COVUD-19 harus direspon, makanya kita datang dan mengecek langsung kebenaran informasi ke pihak pesantren.

” Kami meninjau langsung untuk mengetahui kebenaran informasi yang terjadi sebenarnya dan bagaimana penanganan yang dilakukan, serta aktifitas belajar mengajarnya, di saat Pandemi seperti ini,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Desi Riana Dinardianti menambahkan, bila ada dilingkungan Ponpes ada yang reaktif hasil rapid test nya, Harusnya santri tidak dipulangkan tetapi harus isolasi mandiri dan dipisahkan dengan santri yang lain selama 14 hari, agar virus tidak menyebar dilingkungan yang baru, begitu juga yang positif harus di isolasi di Rumah Sakit yang ditunjuk atau di Hotel Singgah penanganan COVID-19 di Hotel Yasmin Kabupaten Tangerang.

“Santri yang hasilnya reaktif harusnya dilakukan pemisahan dan tidak dicampur dengan santri-santri yang lain dan para santri yang reaktif tersebut tidak diizinkan untuk keluar karena dalam pengawasan,” tegas Desi yang berhijab ini

Sementara itu KH. Drs. Ali Mukafi M.Ag mengucapkan terimakasih atas kedatangan tim Satgas COVID-19 Kabupaten Tangerang di lingkungan Ponpesnya yang hendak mengetahui langsung Informasi pencegahan dan penanganan COVID-19 kepada santri/santriwati serta tenaga pengajar di Ponpes kami.

Ia lanjutkan, di Ponpes yang dipimpinya mimiliki santri sekitar 523 santri/santriwati serta tenaga pengajar, santri yang belajar di pesantrennya berasal dari Banten, DKI Jajarta, Jawa dan juga dari Sumatra.

Dimasa pendemi kami tetap melaksanakan proses belajar mengajar dengan tetap perhatikan protokol kesehatan.

Ponpes yang dipimpinya fokus dalam mencetak generasi-generasi Qurani. Para santri bukan hanya dibekali dengan hafalan Al-Quran bagaimana para santri dapat mengamalkan atau membumikan isi kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, Sudah 300 santri penghawal Al-Quran.

Pada tahun ini ada sejumlah santri yang telah lulus hafalan Al- Quran 30 juz dan ada 32 santri yang sedang kita siapkan untuk penghafal 30 juz, jadi ada pengkaderan hafis Al-Quran.

Terkait santri dan ustadnya yang terpapar COVID-19 di lingkungan pesantrennya, pihaknya telah melakukan upaya bekerjasama Dengan Puskesmas Sukamulya untuk melakukan rapid test kepada santri dan tenaga pengajar, Serta melakukan Swab Test PCR kepada santri yang reaktif.

” Kita sudah tangani bagaimana sebaran COVID-19 menyerang pesantren yaitu dengan melakukan rapid test dan swab test bagi santri yang reaktif, dari hasil Swab tersebut kebanyakan hasilnya negatif, yang positif 10 orang termasuk tenaga pengajar 1 orang dan sekarang lagi isolasi mandiri,” jelasnya.

Lebih lanjut ia jelaskan bahwa saat ini semua santri sudah pulang ke rumah masing-masing, tinggal yang dari Riau 1 orang, sedangkan tadi pagi yang dari Lampung dijemput orang tuanya. Banyak orang tua yang jemput anaknya,” jelasnya.

Namun demikian pesantren tidak bisa menahan ketika para orang tua menjemput para santrinya dari pesantren, sebelum pulang semua orang tua di pastikan untuk melakukan isolasi mandiri dan tes sweb mandiri, semuanya tertuang dalam surat perjanjian kepulangan santri.

Untuk proses belajar mengajar selama santri pulang ke rumah, santri belajar melalui metode darling, agar santri tetap belajar walaupun jarak jauh.

Sementara itu Ustad Ajajih Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Kabupaten Tangerang mengatakan menyembut baik, tindakan preventif yang dilakukan pemerintah Kabupaten Tangerang yang langsung bergerak dalam mengatasi Pandemi ini.

” Kita selaku pengelola pesantren yang mengelola umat sangat berterimakasih kepada pemerintah yang begitu konsisten dalam menangani sebaran Corona terutama di area pesantren,” paparnya. (hms/red).