Tangsel (MK)-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai gagal dalam menerapkan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, sejak 18 April 2020 penerapan PSBB, penyebaran Covid-19 tidak mengalami penurunan.

Koordinator TRUTH, Aco Ardiansyah mengatakan, PSBB yang bertujuan dapat menurunkan jumlah korban terpapar Covid-19. Namun, setelah dilakukan analisis sebelum PSBB sejak 10-17 April 2020 dan setelah PSBB 18-25 April 2020 tidak berdampak terhadap grafik pertumbuhan korban dalam 3 Kategori yaitu Kategori ODP, PDP dan Korban yang Positif.

Baca Juga  Polres Wonogiri Gelar Apel Pengamanan Natal dan Tahun Baru

“Dari hasil analisis yang dilakukan ternyata jumlah peningkatan ODP setelah PSBB lebih tinggi dari pada sebelum diberlakukan PSBB yaitu rata-rata 25 : 23 orang kenaikannya, kemudian peningkatan PDP setelah PSBB lebih tinggi dibandingkan sebelum diberlakukan PSBB yaitu rata-rata 11,3 : 9 orang kenaikannya, sementara Pasien Positif Covid-19 sebelum dan setelah PSBB mengalami kenaikan yang sama yaitu rata-rata 1,6 orang kenaikannya,” urainya.

Baca Juga  Den Gegana Brimob Banten Sterilisasi Ponpes An - Nawawi Tanara

Dari data yang diperoleh, menurutnya, PSBB Tangsel masih belum efektif penerapannya. Apalagi, penerapan PSBB juga menggunakan anggaran untuk mengendalikan Covid-19 namun hasilnya belum menunjukkan penurunan.

“Ini menunjukkan PSBB selama seminggu ini tidak efektif sama sekali, atau dengan kata lain gagal, Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan tidak mampu mengeluarkan kebijakan untuk mengendalikan situasi dalam covid-19 ini,” ujarnya.

Baca Juga  DANREM 173/PVB MELAKSANAKAN PENGHIJAUAN DI LINGKUNGAN LAPANGAN TENIS KOREM 173/PVB

Maka itu, dia meminta Pemkot Tangsel agar mengevaluasi kembali dan serius dalam menerapkan PSBB kedepannya agar Covid-19 dapat terselesaikan. (Red)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *