Kabupaten Tangerang (MKnews)- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tangerang resmi alami perubahan dari tingkat pusat sampai dengan Kabupaten juga tingkat Kecamatan.

Hal tersebut berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011, PP No. 14 tahun 2014 yang mengatur tentang pengelolaan zakat.

Pada tingkat Kabupaten Tangerang, perubahan tersebut dikarenakan terbitnya Keputusan Bupati Tangerang No. 541/KEP.827-HUK/2020. Terbitnya SK Bupati mengharuskan pengelola zakat di tingkat satuan Dinas dan tingkat Kecamatan untuk menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku.

Baca Juga  Peringati Hari Juang Kartika 2020, TNI AD Sumbang 1000 Kantong Darah

Dengan adanya perubahan tersebut, pengelola zakat atau yang biasa disebut Unit Pengelola Zakat (UPZ) pada tingkat dinas ialah pegawai pada dinas tersebut dan memiliki kepedulian dalam mengelola zakat, infak dan juga sedekah.

UPZ Dinas juga mengharuskan terdiri dari 5 orang yaitu Ketua, Sekretaris, Bendahara dan 2 orang anggota.

Sedangkan pada tingkat Kecamatan, sebanyak 5 orang dipilih oleh Tim Seleksi (Tim sel). Tim-Sel sendiri terdiri dari camat, kepala KUA, MUI dan BAZNAS Kecamatan.

Baca Juga  Satbrimob Polda Banten, Evakuasi Warga Terdampak Banjir Cilegon

Untuk menjadi UPZ Kecamatan, terdapat beberapa unsur yang harus dipenuhi seperti seorang ulama, cendikiawan, professional dan atau aktivis Keagamaan.

Nama-nama yang sudah terpilih oleh Tim-Sel nantinya akan diusulkan kepada BANZAS oleh Camat setempat untuk ditetapkan menjadi UPZ Kecamatan.

Usulan pengurus UPZ Dinas dan Kecamatan diserahkan paling lambat tanggal 19 November 2020.

Baca Juga  Wakil Bupati Tangerang Lantik Pengurus BAZNAS Periode 2020-2025

“Diharapkan informasi yang disampaikan dapat menjadi pedoman dan pegangan dalam menyusun UPZ.” ujar H. Ahmad Nawawi selaku Ketua BAZNAS Kabupaten Tangerang. (hms/red).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *