Kota Tangerang (MKnews)-Musim hujan belum mecapai puncaknya di Kota Tangerang, beberapa lokasi rawan genangan menjadi salah satu prioritas penanganan percepatan pengurangan debit air, salah satunya di jembatan Alamanda Kecamatan Periuk Kota Tangerang.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang, Pemkot Tangerang membuat simulasi sistem drainase satu titik untuk mempercepat pengurangan debit air pada wilayah tersebut.

“Jadi kita bikin sistem drainase satu titik, nantinya beberapa saluran air akan dikoneksikan sehingga pengurangan debit air pada genangan di jembatan Alamanda bisa lebih cepat lagi surutnya.” ucap Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah saat memantau lokasi jembatan pada, Sabtu (12/12).

Selain itu, DPUPR juga membangun tiga kolam olakan di sekitar jembatan yang dilengkapi dengan pompa submersible pada tiap titiknya.

“Kita cari titik terendahnya, kemudian kita buat kolam olakan dengan kedalaman mulai dari satu setengah hingga tiga meter serta dilengkapi dengan pompa submersible kapasitas 67 hingga 300 liter per detik ditiap kolam,” jelasnya.

“Jika terjadi genangan, otomatis air akan mengalir ke dalam kolam tersebut dan secara otomatis akan dipompa untuk dialirkan ke tandon-tandon air terdekat,” lanjut Wali Kota.

Pada waktu bersamaan, Kepala DPUPR Kota Tangerang Decky Priambodo menjelaskan, ia beserta tim telah mengantisipasi datangnya musim hujan tahun ini dengan melakukan pengerukan dan mengurangi debit air di tandon-tandon atau embung yang ada di Kota Tangerang.

“Kami telah mengurangi debit air setidaknya delapan tandon dan 6 tandon yang telah dikeruk yang tersebar di Kota Tangerang hingga hari Jumat kemarin, serta melakukan pemeliharaan serta pengecekan tandon agar aliran air bisa mengalir dengan baik dan cepat,” imbuh Decky.

“Harapannya semoga segala upaya yang telah dilakukan dapat mengurangi dampak jika hujan lebat turun dalam waktu yang lama,” pungkasnya. (hms/red).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *