HPN 2021
Iklan banner

Tangsel (MKnews)- Meski dalam situasi pandemi Covid-19, capaian Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melampaui target penerimaan.

Sebagaimana diketahui, target BPHTB untuk tahun 2020 adalah Rp374 miliar. Namun realisasi capaian hingga hari ini adalah Rp439 miliar, itupun masih tersisa sekira 9 hari kerja ke depan sebelum akhir tahun 2020.

“Capaian BPHTB kita sampai saat ini melebihi target, yaitu sebesar Rp439 miliar,” kata Kepala Bidang Pendapatan Pajak Daerah I Bapenda Kota Tangsel, Indri Sari Yuniandri, Kamis (17/12/2020).

Baca Juga  Kanwil BPN Provinsi Banten Lakukan Penyuluhan Redistribusi Tanah Kategori V Tahun 2021 Di Citorek

Sedangkan untuk capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sampai saat ini baru sekira 86 persen dari nilai target yang ditetapkan dalam APBD Perubahan (APBD-P) yaitu sebesar Rp421 miliar.

Target itu, disebutkan Indri, tak jauh berbeda dari target pada APBD Murni tahun 2020 yang ditetapkan sebelum pandemi Covid, yakni sebesar Rp426 miliar.

“Saat ini baru tercapai Rp364 miliar dari target Rp421 miliar. Saat APBD murni itu harusnya sebesar Rp 426 miliar, karena ada refocusing maka pada APBD perubahan dipasang Rp421 miliar,” jelasnya.

Baca Juga  Sambut Hari Bhayangkara ke-74, Kapolda Banten Bagikan Bantuan

Capaian PBB itu masih bisa dikejar beberapa hari ke depan hingga penghujung akhir tahun. Meski demikian, dia mengatakan, kelebihan capaian dari BPHTB bisa mencukupi kekurangan dari capaian PBB tahun 2020.

“Maka saya harus kejar BPHTB untuk menutupi PBB. Untuk totalnya di bidang ini sudah terpenuhi,” tandasnya.

Sebagai perbandingan, wajib pajak yang sudah membayarkan PBB dan BPHTB hingga pertengahan tahun 2020 masih terbilang rendah. dari total jumlah wajib pajak sebanyak 420 ribu baru 53 ribu di antaranya yang membayar pajak.

Baca Juga  Pemprov Banten Anggarkan Rp 7 Miliar Perbaiki Jalan Ruas Tigaraksa Citeras

Situasi pandemi pada awalnya memang memberi dampak terhadap penurunan penerimaan pajak daerah. Untuk pembayaran PBB periode Januari hingga Mei 2020, baru mencapai Rp56 miliar atau rata-rata Rp16 miliar sampai Rp28 miliar per bulan.

Adapun khusus April dan Mei, penerimaan PBB menurun tajam masing-masing sebesar Rp6 miliar dan Rp9 miliar. Sementara itu, penerimaan dari BPHTB hingga Mei 2020 mencapai Rp105 miliar. (dmy/red)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *