HPN 2021
Iklan banner

Kabupaten Tangerang (MKnews)-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Cegah Serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC) di area persawahan Kecamatan Sukadiri, melakukan penyuluhan pengendalian Hama WBC kepada kelompok Tani, Rabu (13/1/21).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Dr. Aziz Gunawan menjelaskan kendala dalam budidaya tanaman padi di Kabupaten Tangerang adalah adanya serangan Hama WB.

“Faktor cuaca merupakan salah satu penyebab serangan WBC dan serangan WBC sangat cepat menyerang pada cuaca berkelembaban tinggi,” ujar Azis kepada Kepala Bidang IKP Diskominfo Kabupaten Tangerang Abdul Munir, Kamis (14/1/21).

Baca Juga  Kapolda Dan PJU Polda Banten, Ikuti Vicon Percepatan Penanganan Covid-19

Menurut Aziz, serangan hama terparah terjadi di areal persawahan Kecamatan Sukadiri pada kelompok Tani Sejati Desa Buaran Jati, kelompok tani Sinar Matahari dan Kucai Desa Gintung dengan total luas serangan kurang lebih 5 Ha dan usia tanaman kurang lebih 80 hari.

Selain itu, WBC juga menyerang tanaman padi di kelompok tani lain di Desa Buaran Jati yaitu kelompok tani Banteng Wetan, Kebon Kelapa dan Kebo dengan intensitas serangan yang masih rendah dan masih bisa di kendalikan dengan cara kimiawi.

Baca Juga  Tekan Harga Gula, Ditreskrimsus Polda Banten Kembali Gelar Operasi Pasar Murah

Mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Penyuluh PertanIan Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sudah turun tangan untuk membantu petani brantas serangan WBC di area persawahan.

“Upaya yang kami lakukan salah satunya dengan melakukan penyuluhan pengendalian Hama WBC dan mengupayakan bantuan sarana dan prasana pengendalian hama WBC,” latanya.

Baca Juga  Baznas Bedah Rumah Milik Nenek Taswi Warga Desa Pasir Barat Jambe

Adapun rekomendasi dari POPT untuk mengendalikan WBC adalah :Pengendalian dengan dengan pestisida, efektif untuk WB, Pengeringan area dan Pengamatan intensif pertanaman padi. (hms/red).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *