Wonogiri (MKnews)- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) antarwaktu akan digelar di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, dan Desa Setrorejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri. Kades kedua desa itu meninggal dunia pada 2020 lalu.

Pemilihan kades antarwaktu baru kali pertama ini dilaksanakan di Wonogiri. Sebelum ada aturan mengenai pemilihan kades antarwaktu, kades yang berhalangan akan langsung diganti penjabat (Pj) atau pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk Pemkab.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Antonius Purnama Adi, mengungkapkan, Bupati Joko Sutopo sudah menerbitkan Surat Keputusan atau SK No. 141.1/78/HK/2021. Isinya mengatur mengenai Penetapan Jadwal Pemilihan Kades Antarwaktu Desa Sendangmulyo dan Desa Setrorejo 2021. SK itu memuat jadwal tahapan Pilkades antarwaktu Wonogiri dari awal, yakni pembentukan panitia pemilihan pada 29 Maret.

Ditemui seusai Upacara Penutupan TMMD Reguler 110 di Ruang Khayangan Kompleks Setda, Antonius mengatakan, bahwa proses pilkades antarwaktu akan memakan waktu hingga dua bulan.

“Pelantikan kades antarwaktu terpilih pada 27 Mei. Apabila pada tahapan sebelumnya ada perpanjangan waktu, pelantikan dijadwalkan 3 Juni. Tahapan ini sudah kami sosialisasikan kepada warga dua desa tersebut,” kata Antonius.

Disinggung mengenai apa perbedaan pilkades serentak dengan pilkades antarwaktu, Antonius menjelaskan bahwa tidak akan ada masa kampanye bagi calon kades.

“Jadi nanti Kades yang terpilih hanya meneruskan masa jabatan Kades yang meninggal, kurang lebih empat setengah tahun sampai dengan pilkades serentak di tahun 2025 mendatang, makanya tidak ada kampanye, tidak ada tim sukses, visi misinya ya melanjutkan Kades yang meninggal kemarin” terang Antonius.

Berdasar jadwal tahapan kegiatan, pengumuman tentang adanya pilkades antarwaktu Wonogiri sekaligus pendaftaran pada 1-22 April. Jika pendaftar kurang jadwal diperpanjang 5-17 Mei. Apabila kuota pendaftar terpenuhi dilaksanakan penetapan pendaftar menjadi calon kades antarwaktu pada 4 Mei.

Pelaksanaan musyawarah desa atau musdes untuk memilih kades antarwaktu sesuai jadwal 7 Mei, dengan catatan tidak ada masa perpanjangan pendaftaran. Apabila masa pendaftaran ada perpanjangan, musdes terjadwal 20 Mei.

Menurut Anton, pemilihan kades antarwaktu ini merupakan kegiatan kali pertama di Wonogiri. Sebelum ada ketentuan tentang adanya penganti antarwaktu kades, kades yang berhalangan tetap bisa diganti Pj atau Plt. Masa tugasnya hingga ada kades definitif.

“Kemudian ada regulasi yang mengatur pilkades antarwaktu di Wonogiri bahwa jika ada kepala desa berhalangan tetap. Sedangkan sisa masa jabatannya lebih dari setahun, harus diganti kades antarwaktu. Apabila sisa masa jabatan kades bersangkutan kurang dari setahun dapat ditunjuk Pj atau Plt,” terangnya.

Sesuai ketentuan, pendaftar minimal dua orang dan maksimal tiga orang. Kalau pendaftar kurang dari dua orang, masa pendaftaran diperpanjang tujuh hari.

“Jika pada masa perpanjangan pendaftar tetap kurang dari dua orang, BPD (Badan Permusyawaratan Desa) selaku pembentuk panitia pemilihan menunda musdes hingga waktu yang ditetapkan BPD,” kata Antonius.

Sebelumnya, Kades Sendangmulyo, Sri Haryanto, 36, meninggal dunia saat terjatuh ketika melewati jembatan kayu yang rapuh di desa setempat, 13 Agustus 2020. Almarhum merupakan kades hasil pemilihan kades atau pilkades 2019 (periode I). Ia menjalankan tugas lebih kurang delapan bulan.

Sementara, Kades Setrorejo, Didik Wahyudi Haryanto, 52, meninggal dunia diduga akibat serangan jantung, dua bulan setelah peristiwa yang menimpa Kades Sendangmulyo. Ia sudah menjadi kades selama dua periode. Kali terakhir ia memenangi pilkades 2019. (kominfowng/red).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *