Jakarta, MK News – Dalam rangka mendukung Indonesia menuju revolusi Industri 4.0, sejumlah perusahaan asal Taiwan yang bergerak di bidang industri manufaktur tekstil menawarkan produk-produk unggulan mereka. Industri mesin tekstil Taiwan diketahui memiliki reputasi global yang luar biasa. Dengan penekanannya pada layanan berkualitas tinggi dan andal, industri ini unggul dalam menyediakan teknologi fleksibel dan sistem terintegrasi tekstil.

Untuk menunjukan perkembangan terbaru industri manufaktur tekstil Taiwan kepada perusahaan Indonesia, pada Selasa (30/3/2021), diselenggarakan webinar bertajuk “Taiwan Excellence Textile Manufacturing Solution” yang diadakan oleh Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT) di bawah Kementerian Perekonomian (MOEA) R.O.C. bekerjasama dengan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA).

Dalam kesempatan tersebut, salah satu perusahaan manufaktur tekstil Taiwan, ACME Machinery Industry memperkenalkan produk revolusioner mereka, AM-ICD Intelligent Conveyer Drive High Pressure Constant Speed Dyeing Machine. Mesin pencelupan kain yang dilengkapi dengan konveyor untuk menggerakkan kain, dan mampu menghemat lebih dari 65% air, uap, listrik, dan energi tambahan, serta mengurangi air limbah dan emisi CO2 hingga 65%. Mesin ini telah memperoleh lebih dari 20 paten penemuan di seluruh dunia dan total lebih dari 200 buah sertifikat paten.

“Pencelupan konvensional lebih dari 60% air digunakan untuk mengapung dan mendorong kain yang diwarnai ke depan, yang berarti bahwa 60% air dapat disimpan dalam pencelupan AM-ICD, yang menggunakan cara konveyor untuk menggerakkan kain yang diwarnai ke depan. Energi yang relatif digunakan, tenaga listrik dan uap, juga dihemat hingga 60%. Semakin sedikit air yang dibutuhkan, semakin sedikit pasokan energi yang dibutuhkan. Bahkan buangan air limbah dan emisi karbon dioksida dari proses pencelupan relatif berkurang,” kata Managing Director PT Textoria, Andy Chen selaku supplier produk ACME di Indonesia.

Sementara itu Operation & Purchasing Division PT Harapan Kurnia, W. Jasen Kurnia selaku konsumen ACME di Indonesia, menjelaskan bahwa dengan menggunakan mesin AM-ICD, lama waktu yang diperlukan dalam proses pewarnaan fabrics dalam satu batch dapat menghemat 45 sampai 60 menit.

Terkait berapa persen biaya yang dapat ditekan jika menggunakan AM-ICD, dia menuturkan setelah dibandingkan dengan jenis pencelupan konvensional.

Keuntungan biaya pencelupan kain dengan serat sintetis, yaitu dapat menghemat 35% untuk per kilogram kain yang diwarnai. Dan untuk kain katun, bisa menghemat 38% untuk per kilogram kain yang diwarnai.

“Saya memberikan beberapa informasi tentang konsumsi air untuk referensi. Untuk kain dari poliester atau nilon, konsumsi air untuk per kilogram kain yang diwarnai adalah 8 sampai 10 liter. Untuk kain katun, konsumsi air per kilogram kain yang diwarnai adalah 20 liter. Konsumsi air pencelupan tipe konvensional lebih dari 3 kali lipat dari pencelupan AM-ICD,” ujar W. Jasen Kurnia. (*/Rls)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *