Tangsel (MKnews)-Warga RT 04 RW 05, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan melaksanakan shalat Idul Fitri 1442 H dengan protokol ketat di lapangan Bulu Tangkis di lingkungan Rt tersebut.

Kegiatan Shalat ini dilakukan secara terbatas dan diikuti sekira 100-an jemaah, laki-laki, perempuan dan anak-anak, bertindak sebagai Imam Slamet Jawadi dan Khatib H Udi Saudi. Jemaah mengikuti shalat Ied dengan tertib dan mendengar khutbah yang disampaikan oleh H Udi Saudi hingga berakhir.

Sebelum duduk dishaf yang sudah ditandai dengan jarak satu meter, jemaah wajib memakai masker, suhu tubuh diperiksa dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer.

Baca Juga  Kolam Olakan, Salah Satu Langkah Pemkot Tangerang Tangani Genangan

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1442 H di Perumahan Pakujaya Permai tahun ini  tidak dipusatkan di Masjid At Taqwa , namun terbagi di beberapa lokasi, diantaranya di lapangan bulu tangkis Rt 04/05).

Kondisi sosial masa pandemi Covid-19 maka shalat Ied yang biasanya menyatu, kini harus dilaksanakan terpisah di beberapa RT yang ada dalam perumahan, berdasarkan inisiatif pengurus RT dan koordinasi dengan pengurus RW setempat.

H Udi Saudi yang menjadi khatib shalat idul Fitri di RT 04, menyampaikan tiga pesan yang harus tetap dipegang sebagai landasan setelah Ramadhan berlalu.

Baca Juga  BABINSA KORAMIL 1708-02/BN LAKUKAN PENDAMPINGAN PENYALURAN BLT KEPADA MASYARAKAT BINAANNYA

Pesan Ramadhan itu kata H Udi Saudi, pertama kita tetap harus selalu mawas diri terhadap hawa nafsu karena merupakan musuh terbesar manusia.

Kedua, Ramadhan juga memberi pesan sosial, tolong-menolong atau ta’awun dengan melakukan penyaluran dan pemberian zakat fitra dan sedekah dari kaum yang mampu dan kaya kepada kalangan fakir miskin.

”Yang kaya membantu dan menolong yang lemah,” katanya. Zakat dan sedekah menjadi jembatan sosial antara pemberi zakat dan penerima zakat.

Baca Juga  Danrem 064/MY : Semoga Kepolisian Republik Indonesia Selalu Dicintai Masyarakat

Ketiga, adalah kemampuan berjihad dalam artian komprehensif, yakni rela mengorbankan harta dan kepentingan pribadi untuk kepentingan orang banyak.

Dalam situasi pandemi Covid-19 kita harus mampu berjihad dengan mendorong dan patuh pada tatanan sosial yang telah ditetapkan oleh ulama dan umara.

”Memberi maaf dan berbuat baik adalah kodrat manusia,” katanya.

Atas inisiatif panitia, warga RT setempat merasa bersyukur karena bisa melaksanan shalat Ied dengan tertib, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. (red)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *