Kabupaten Tangerang (MKnews)-Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan monitoring tempat wisata dan keramaian saat libur lebaran idul Fitri 1442 Hijriyah.

Tempat pertama yang dikunjungi Sekda yaitu Mall Ciputra yang bertempat di Kecamatan Panongan, sesampainya disana sekda langsung meninjau tempat perbelanjaan, tempat permainan anak, dan tempat rumah makan pasca libur lebaran.

“Perintah Pak Bupati, kita memonitor tempat wisata saat libur lebaran tim mengecek sejauh mana protokol kesehatan diterapkan,” tutur Sekda Saat meninjau Mall Ciputra, Kamis, (13/05/2021).

Baca Juga  BABINSA KORAMIL 1705-01/NABIRE EDUKASI MASYARAKAT TERKAIT VAKSIN COVID -19

Ada sekitar 20 titik pusat wisata di Kabupaten Tangerang yang berpotensi menjadi destinasi wisata saat libur lebaran, lanjut sekda, kita sudah membentuk tim agar tempat tersebut jangan sampai menjadi potensi penyebaran COVID-19.

“Langkah ini merupakan upaya Pemkab Tangerang untuk mengantisipasi cluster baru penyebaran COVID-19, semua dikerahkan mulai dari Kepala dinas, Camat, Sekdis, Kabid hingga jajaran ASN lainya,” ungkap Sekda.

Baca Juga  PELAKSANAAN KEGIATAN KOMSOS DI WILAYAH KORAMIL1705-03/KWATISORE ADAPUN UNTUK KEGIATAN MENGIKUTI IBADAH DI GKI

Sekda pun menjelaskan data COVID-19 saat ini  masih terkendali, mulai dari penanganan pasien OTG COVId-19, tingkat kesembuhan hingga ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit umum maupun swasta.

“Saat ini kita tinjau Mall Ciputra, wahana permainan anak Wonder of Word Citraraya, hingga bioskop, jika ada pelanggaran kita sanksi hingga penutupan lokasi,” ujarnya.

Sementara Viktor Irawan General Manager Mall Ciputra menambahkan untuk saat ini belum ada lonjakan pengunjung masih terkendali karena masih suasana Idul Fitri hari pertama, di Mall Ciputra sendiri masih mengikuti anjuran Pemerintah Kabupaten Tangerang memberlakukan 50% kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga  Polresta Tangerang Bikin Garis Jaga Jarak Motor Mirip MotoGP

“Kita berlakukan protokol kesehatan, dan pengunjung pun hanya 50% kapasitas jika sudah memenuhi kita tutup bergantian agar terkendali dan tidak berkerumun,” terangnya. (rls/red).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *