Pandeglang (MKnews)-Petani di tiga desa yakni, Kadubelang, Sukamulya, dan Medong Kecamatan Mekarjaya, ketar ketir karena jebolnya saluran irigasi Cilancar II, sehingga pesawahan mereka dengan luas sekitar 9 hektar tak teraliri air. Alhasil, kini mereka terancam gagal tanam baik padi maupun sayuran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang pun diminta segera melakukan perbaikan jebolnya saluran irigasi tersebut.

Ketua Kelompok Tani (Gapoktan) Tirtasari Desa Kadubelang, Abdul Hadi mengungkapkan, jebolnya irigasi di wilayahnya itu pada saat kondisi hujan deras Jumat (14/5) lalu sekitar pukul 23.00 WIB, serta diperparah dengan kondisi tanah yang sangat labil.

“Ketahuan irigasi jebol itu pada pagi harinya, jebolnya itu selain ke samping yang mengakibatkan longsor, jebolnya juga ke bawah irigasi tersebut. Sehingga air tak mengalir seperti biasanya karena terbuang ke bolong yang jebol itu,” kata Hadi, Selasa (18/5).

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, Harga Pangan di Kabupaten Tangerang Cenderung Stabil

Menurut Hadi, jebolnya irigasi itu sangat berdampak besar kepada para petani di tiga desa. Apalagi saat ini sudah memasuki musim tanam padi yang kedua. Kata dia, jika tidak segera ditangani, maka para petani bakal gagal tanam.

“Jelas kami bakal gagal tanam jika tidak segera dilakukan perbaikan dengan cepat. Kan saat ini memasuki musim tanam padi yang kedua. Kami juga sedang mengarap tanahnya. Saat ini terhenti karena tak ada air,” keluhnya.

Maka dari itulah, Hadi bersama para petani lainnya mendesak Pemkab Pandeglang segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut. “Kami minta secepatnya dibangunkan kembali, karena itu tadi kami tak bisa menggarap sawah,” desaknya.

Baca Juga  Benyamin Sosialisasikan Ijin Penggunaan Petak Makam Secara Online

Hadi mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak desa, penyuluh pertanian tingkat kecamatan dan Dinas Pertanian Pandeglang terkait jebolnya irigasi tersebut. “Sudah saya koordinasikan kejadian ini ke berbagai pihak,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi agar tak gagal tanam kata Hadi, untuk sementara dia bersama masyarakat akan swadaya gotong royong memperbaiki saluran irigasi tersebut. “Kalau tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah, tentu sementara waktu kami bakal gotong royong memperbaiki alakadarnya, agar kami tetap bisa menanam padi,” tandasnya.

Baca Juga  Perempuan Peduli Bagikan Takjil Pada Warga

Petani lainnya, Muhammad menambahkan, akibat saluran irigasi tersebut jebol, kurang lebih sekitar 90 hektar area persawahan di tiga desa tidak terairi.

“Ada sekitar 90 hektar sawah yang airnya dari irigasi itu. Itu ada di tiga desa yakni, Desa Kadubelang 25 hektar, Sukamulya 50 hektar, dan Desa Medong 15 hektar. Kami minta segera diperbaiki, kalau tidak kami gagal tanam,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana Prasarana Distan Pandeglang, Uun Juandar menyatakan, irigasi yang jebol itu bukan kewenangan pihak Distan Pandeglang. “Ya, kami sudah dapat informasinya. Namun saluran irigasi Cilancar II merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan penataan Ruang) Pandeglang,” katanya singkat. (gatot/red).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *