Kabupaten Tangerang (MKnews)-Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar berharap jangan ada kebijakan yang dadakan seperti kebijakan penutupan tempat wisata di Banten.

Bupati Tangerang mengatakan Surat Instruksi Gubernur terkait penutupan wisata di Provinsi Banten memang dadakan, walaupun mendadak tapi merupakan salah satu langkah yang harus kita lakukan demi meminimalisir penyebaran covid-19 di Banten.

Katanya memang kebijakan ini tidak populer dan dadakan, yang tentu saja berdampak banyak sekali keluhan-keluhan dan yang tidak setuju di beberapa lokasi wisata yang ada di Kabupaten Tangerang, sama dengan yang terjadi di Serang dan Pandeglang juga di daerah-daerah lain.

“Tapi alhamdulillah secara umum, komunikasi dapat berjalan dengan baik dan Insya Allah Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memberikan bantuan kepada para pedagang yang terkena dampak penutupan tempat wisata di Kabupaten Tangerang,” Ujarnya ketika mengikuti Rapat Virtual dengan Gubernur Banten.

Baca Juga  Gubernur Banten Bersama Pimpinan Daerah Tangerang Raya Rapat Bahas PPKM

Menurutnya keputusan mengenai penutupan tempat wisata baik dimajukan atau ditambah, Bupati kembali serahkan kepada Gubernur Banten karena dengan berbagai pertimbangan-pertimbangan kesehatan, semua harus dipikirkan dengan baik.

“Ke depan untuk mengantisipasi hal-hal agar tidak terjadi lagi keputusan-keputusan yang dadakan untuk hal-hal yang strategis, mungkin ada baiknya kita mempersiapkan opsi-opsi ataupun langkah-langkah mitigasi dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tangerang secara langsung meminta kepada Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk mengirimkan alat tes antigen ataupun PCR, begitu juga dengan vaksin karena Kabupaten Tangerang sudah siap 15 ribu vaksin per hari, jadi kalau ada distribusi vaksin dari kementerian ataupun pusat, Kabupaten Tangerang juga mohon dipertimbangkan dan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin dengan jumlah yang sangat banyak karena jumlah populasi di Kabupaten Tangerang adalah yang paling tinggi di Provinsi Banten.

Baca Juga  Wakil Bupati Pimpin Jajaran Eksekutif Rapat Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020

Sementara itu Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, Keputusan yang Ia ambil berupa larangan atau penutupan tempat wisata itu adalah kebijakan yang sangat tidak populer akan tetapi keputusan tersebut terpaksa Ia ambil demi kepentingan masyarakat luas, agar tidak terjadi penularan Covid-19 di tempat wisata.

“Kita memahami adanya protes dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan yang kita ambil, itu adalah wajar karena dari sekian banyak yang taat ada saja yang tidak taat, tapi kita mengutamakan kemaslahatan dan keselamatan meskipun pahit dirasakan tetapi itu semua demi kebaikan,” Terangnya.

WH mengapresiasi atas kerja kerja para Bupati/Walikota dan jajarannya serta TNI Polri terlebih lagi kepada jajaran yang berada di garda terdepan yang ada di jalan sepanjang Lebaran, dan tidak lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan, selalu melayani masyarakat baik dari TNI, Polri, Satpol PP dan lain sebagainya yang memang di tengah suasana Idul Fitri tidak pulang kampung tetapi justru malah ada di lapangan termasuk dokter dan tenaga kesehatan yang telah mengorbankan waktunya sepanjang waktu untuk melayani masyarakat.

Baca Juga  Menteri Dalam Negeri Tinjau Penanganan Covid-19 Kota Tangerang Selatan

“Saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari Bupati/Walikota dan juga respon yang baik dan saya lihat di lapangan ada soliditas di kalangan Bupati dan Walikota, saya sangat mengucapkan terima kasih banyak karena masalah Covid-19 ini bukan hanya masalah Presiden tetapi masalah kita semua, pendekatannya memang semua berhubungan dengan masyarakat dan kepentingan negara di atas kepentingan lainnya, kepentingan negara tidak boleh terkalahkan oleh kepentingan segelintir orang. (hms/rizal).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *