Pandeglang (MKnews)-Ratusan Relawan yang Miris dengan pengelolaan sampah di Kabupaten Pandeglang, Menyuarakan Labuan Bebas Sampah (LABAS), Dengan menggelar susur Sungai Cipunten Agung Labuan. Sabtu, 23 Mei 2021.

Kegiatan Susur sungai yang berlangsung selama 3 Jam, dari Pukul 08.00 Sampai 11.00 Wib tersebut berhasil mengumpulkan 73 Trashbag sampah yang mencemari Daerah Aliran Sungai (DAS). Cipunten Agung.

Fikri Jufri Selaku Ketua Pelaksana Susur Sungai mengatakan maraknya pembuangan sampah ilegal di sepanjang aliran Sungai, akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup ekosistem di sepanjang Sungai.

“Tumpukan sampah bisa merusak kualitas air dan tingkat kesuburan tanah sekitar DAS. Selain itu, sampah juga akan terbawa arus sungai dan menumpuk di laut,” katanya.

Baca Juga  Babinsa Koramil 1705-02/Enarotali Laksanakan Komsos Dengan Kepala Kampung

Lanjut Fikri menjelaskan, berbicara penanggulangan sampah, supaya tercipta Lingkungan asri dan bersih. Perlu upaya serius, dengan melakukan Reformasi Manajemen sampah. Karena sistem open dumping atau sistem pembuangan sampah tanpa memberikan perlakuan apapun, dinilai sudah tidak relevan lagi.

“Padahal menurut UU No.18 tahun 2008, Pemerintah Daerah harus meninggalkan sistem open dumping sejak 2013, tapi faktanya ? Pemerintah Kabupaten Pandeglang  sampai saat ini memberlakukan sistem itu,” tegasnya.

Terakhir dirinya mengeluhkan Kinerja Pemerintah yang masih lemah mengedukasi Masyarakat. Serta belum tersedianya Fasilitas penunjang manajemen sampah, menciptakan Masyarakat dengan perilaku membuang sampah sembarangan.

Baca Juga  Ketua Kwarcab Pramuka Moch Maesyal Rasyid Kukuhkan Pengurus Mabiran Gunung Kaler

“Dalam hal ini,  baik masyarakat maupun pemerintah punya andil. Masyarakat buang sampah sembarangan lantaran tidak ada fasilitas yang memadai, pemerintah juga terbilang lemah dalam mengedukasi masyarakat serta fasilitas manajemen sampah yang minim,” ungkapnya.

Sementara itu, Penanggung jawab susur sungai Aang Ahmed, mengatakan permasalah sampah merupakan tanggung jawab bersama. Baik pihak Pemerintah, swasta maupun masyarakat. Dan perlu adanya keterlibatan pihak Swasta yang bergerak dibidang pengelolaan sampah.

“Pengelolaan sampah secara komprehensif dari pihak swasta tentu dibutuhkan untuk mengurangi volume sampah, selain memiliki nilai ekonomis juga memiliki prospek yang baik bagi lingkungan, ” kata Aang.

Baca Juga  Provinsi Banten Kembali Raih WTP

Menurutnya, Labas merupakan sebuah inisiatif gerakan dalam menjawab persoalan sampah di daerah, khususnya di Kecamatan Labuan.

Ia juga mengapresiasi semangat relawan yang turut hadir menyukseskan kegiatan susur sungai Cipunten Agung. Bagi Aang, semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan, akan memudahkan tercapainya lingkungan bebas sampah. Dan Labas merupakan sebuah Inisiatif dalam gerakan persoalan sampah di Kecamatan Labuan.

“Terimakasih kepada seluruh relawan yang sudah hadir, baik dari dan luar Pandeglang. Sebagai gagasan, Labuan Bebas Sampah tidak akan mati dalam satu gerakan saja, melainkan akan berkembang dalam varian gerakan,” ujar Aang. (fani/red).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *