Banten (MKnews)-Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan salah satu program padat karya yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWasC-3) Banten melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

P3-TGAI merupakan program sekala prioritas yang dilaksanakan untuk mendukung percepatan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2025, yaitu memperkuat pembangunan insfrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar tentang ketersediaan air bagi petani. Perkuatan Insfrastruktur ditujukan untuk mendukung aktivitas perekonomian dan mendorong pemerataan pembangunan nasional, dan kegiatan P3-TGAI dilaksanakan secara padat karya melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam melakukan rehabilitasi atau pembangunan jaringan irigasi, peningkatan jaringan irigasi, dan pembangunan jaringan irigasi secara partisifatip, terencana dan sistematis, terang Suherlan Kepala Satket Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA)BBWSC-3 Banten (28/6).

Baca Juga  Target Pajak Air Tanah di Tangsel Tahun 2021 Turun Dratis

 Pada tahun anggaran 2021 ini, melalui Satker OP SDA melakukan program P3-TGAI tersebar di tiga Kabupaten dan satu Kota, yang mencakup 77 Kecamatan. Dalam program P3-TGAI ada tahapan yang harus di lakukan oleh semua P3A diantaranya proses pemberdayaan di mulai dari perencanaan, pelaksanaan kontruksi, pengawasan dan pengelolaan jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai pelaksana kegiatan, sambungnya.

Baca Juga  Abaikan PSBB Tahap 3, Pengunjung Sesaki Pamulang Square

Suherlan juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat terutama P3A se Provinsi Banten bahwa kegiatan P3-TGAI ini merupakan program padat karya. Maka pelaksanaanya dilakukan secara swakelola dan tidak di pihak ketigakan/dikontraktuikan, dimana pelaksanya adalah kelompok P3A/GP3A/IP3A penerima P3-TGAI yang dipilih berdasarkan musyawarah desa sesuia dengan aturan yang tertuang dalam petunjuk teknis. “Atas dasar hal tersebut, maka kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan dan modus-modus yang mengastanamakan kegiatan P3-TGAI”, tegasnya.

Baca Juga  Pusat Perbelanjaan Beroperasi Kembali, Bupati Pastikan Protokol Covid19 Wajib Diterapkan

 Mudah-mudahan program P3-TGAI ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama masyarakat petani. Apalagi saat ini tengah dilanda Pendemi Covid-19 yang telah banyak mengganggu kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat banyak, pukasnya. (wbo/red)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *