Kota Serang (MKnews)- Pemerintah telah mengumumkan aturan baru pengetatan yang bernama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat. Aturan ini mulai berlaku pada 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 untuk wilayah Jawa dan Bali.

 Dalam penerapan di daerah Kelurahan Bendung Kecamatan Kasemen melakukan sosialisasi berupa pembagian masker kepada pengendara dan sosialisasi terkait penyelenggaraan hajatan di bulan haji.

Baca Juga  Arief Tinjau Kesiapan Lahan Baru Untuk Pemakaman Khusus Protokol Covid-19

 Menurut Enjen, SE Kepala Kelurahan Bendung saat diminta keterangan di lokasi PPKM mengatakan, dalam mendukung program PPKM Mikro Darurat pemerintah Kelurahan Bendung mensosialisasikan program menggunakan maskes, serta sosialiasi kerumunan masa di saat hajatan. Langkah ini di lakukan untuk menekan angka penyebaran virus covid-19 yang saat ini telah menyebar luas, terangnya.

Baca Juga  Siap Amankan Kelistrikan PON XX Papua, PLN Vaksinasi 1.574 Petugas

Kegiatan sosialisasi ini dikuti oleh aparat dari TNI dan Polri Kecamatan Kasemen sebagai satu kesatuan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Bendung pada khususnya dan umumnya masyarakat Kota Serang, sambungnya.

“Pada intinya kami dari pemerintah Kota Serang dan aparat TNI/Polri tidak melarang dengan adanya masyarakat mau merayakan hajatan di bulan haji ini, namun kami minta dalam pelaksanaannya harus mematuhi aturan  protokol kesehatan guna kesehatan bersama”, tegasnya.

Baca Juga  Dirbinmas Polda Banten Ajak Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Masih kata Enjen, untuk masalah pemakaian masker. Hasil sosialiasi dari semua pihak, alhamdulillah masyarakat saat ini telah paham. Hampir semua pengguna jalan baik roda empat atau roda dua, baik yang membawa atau penumpang hampir 90 persen telah menggunakan masker, pukasnya. (Yan)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *