Kabupaten Tangerang (MKnews)-Disaksikan Forkominda, BNK. Tokoh Masyarakat dan Alim Ulama Kabupaten Tangerang, Polres Kota Tangerang musnahkan barang bukti kasus narkotika berupa ribuan butir ekstasi, narkota sintesis dan sabu seberat 7,3 kilogram di aula markas Polresta Tangerang Tigaraksa, Kamis (15/7/2021).

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, ini berawal dari penangkapan tersangka M alias Ganyong di salah satu Jalan Kampung Cipondoh Makmur, Kota Tangerang.

Baca Juga  Polda Banten Beri Teguran Simpatik PSBB Hari Ke-5

“Tersangka ini memang sudah target kita sejak April 2021, dan berhasil diamankan di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang. Namun, saat kita geledah di lokasi jalanan itu, tidak didapati barang bukti, hingga akhirnya kita interogasi dan membawa yang bersangkutan ke rumahnya di Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang,” katanya di Mapolres Kota Tangerang.

Di lokasi pertama, yakni Cipondoh, petugas mendapati 10 klip plastik yang berisikan narkotika jenis sabu. Dalam masing-masing berisi berat 100 gram.

Baca Juga  Media Diminta Arif Dalam Memberitakan Produk DPR

“Kita dapati 10 palstik sabu-sabu dan ditotal ada 1,3 kilogram,” ujarnya.

Petugas kembali melakukan pemeriksaan dan melakukan penggeledahan di lokasi kedua di Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang.

“Di lokasi kedua, yakni sebuah kontrakan milik M, didapati 6 kilogram sabu-sabu yang terbungkus dalam plastik secara terpisah masing-masing 1 kilogram,”.

Dari hasil pemeriksaan, barang bukti tersebut  kata M adalah milik A (berstatus DPO), dimana M diminta oleh A untuk menyimpan barang bukti tersebut.

Baca Juga  Seminggu Operasi Yustisi Gabungan, Polda Banten Sanksi 14.582 Pelanggar

“M ini diminta untuk menyimpan barang bukti, sementara kita curigai M ini pengedar yang melakukan penjualan baik secara online dan offline. Dan kita pun masih kejar satu pelaku lainnya berinisial A, statusnya DPO dan kasus ini terus kita tindak lanjut,” ungkapnya.

Atas kasus tersebut, pelaku nantinya akan dikenakan pasal 114 dan 112 tentang narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. (atm/red)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *