Kabupaten Tangerang (MKnews)-Sejak PPKM Darurat hingga kini PPKM Level 4 diterapkan, Kabupaten Tangerang mengalami penurunan ketersediaan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) hingga 89% baik di ICU ataupun tempat isolasi di Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Tangerang.

BOR ICU yang semula 98% mengalami penurunan menjadi 89%. Begitupun dengan tempat tidur ruangan isolasi di Rumah Sakit yang awalnya lebih dari 90% kini sudah menurun di angka 65%.

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi mengatakan, bahwa Hotel Yasmin yang juga merupakan tempat pasien COVID-19 dirawat juga sudah mengalami penurunan kapasitas, yang mana awalanya pada saat PPKM Darurat menampung lebih dari 100% kapasitas yang tersedia.

Baca Juga  Ditlantas Polda Banten Sosialisasikan Protokol Kesehatan dan Tertib Berlalulintas

“Jadi selama PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 ini, Kabupaten Tangerang sendiri telah mengalami penurunan BOR baik di ICU, dan ruang isolasi Rumah Sakit. Kemudian Hotel Yasmin sendiri juga sudah menurun menjadi 40% ketersediaan kapasitasnya dari sebelumnya lebih dari 100%,” jelas dr. Hendra saat diwawancarai.

Kemudian Dinas Kesehatan (Dinkes) juga terus melakukan testing dan tracing untuk mencari kasus penyebaran COVID-19 yang masih tinggi di Kabupaten Tangerang, demi mencegah penularan kepada masyarakat.

Baca Juga  Bupati Zaki Bagikan Masker Pada Pedagang Pasar Tigarsksa

“Bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, jika memerlurkan perawatan untuk Isoman, kita dapat rujuk ke rumah sakit yang ada di Kabupaten Tangerang, baik itu Rumah Sakit Swasta maupun Rumah Sakit Umum milik pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, untuk angka kematian sudah mulai menurun karena memang keterisian rumah sakit sekarang sudah mulai kosong. Akan tetapi, lanjutnya  memang angka kematian juga terkadang bisa sewaktu waktu meningkat, mengingat masih ada masyarakat yang enggan untuk divaksin.

Baca Juga  Pemkot Tangsel Pastikan Percepat Persebaran Vaksinasi Covid-19

“Dari hasil penelitian kita juga memang, kurang lebih ada 95% orang yang meninggal itu karena belum di vaksin,”jelasnya

Hendra juga mengimbau, untuk masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan yaitu dengan menerapkan 6M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilisasi serta mengikuti vaksinasi). (hms/rizal).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *