Tangsel (MKnews)- Dalam suasana yang penuh keprihatian akibat pandemi Covid-19, DKM Baiturahman Fedora bekerja sama dengan Majelis Taklim Baiturahman Fedora yang dimotori oleh kelompok pengajian yang digerakkan oleh kaum Ibu di Cluster Fedora, Graha Raya, Bintaro Kota Tangerang Selatan pada hari Rabu, 11 Agutus 2021 pukul 16.00 WIB menyelenggarakan acara Santunan Anak Yatim dan Dhuafa di Masjid Baiturahman.

Hadir dalam acara tersebut Ust. Abdul Rohim yang memberikan tausiyah tentang keutamaan menabur cinta dan kasih sayang kepada sesama, khususnya anak yatim dan dhuafa.

Baca Juga  HUT PMI ke-76, Sachrudin Apresiasi PMI Kota Tangerang Dalam Penanganan Covid-19

Acara santunan tersebut dihadiri pula oleh Ketua DKM Baiturahman H. Agus Maulana beserta jajaran pengurus, Ketua Majelis Taklim Ibu Sundus Wahidah, Ketua Paguyuban Graha Raya (PGR) yg sekaligus Ketua RW di Cluser Fedora, Rekno Riyanto, jajaran pengurus RT Cluster Fedora dan warga di lingkungan Fedora.

Menurut Ketua DKM Baiturahman rencananya, “Kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa rencananya akan dilaksanakan secara konsisten yakni setiap 1 bulan sekali yang diadakan pada sabtu ke 2. “  

Baca Juga  Kapolda Banten Resmikan Masjid Al-Hidayah di Polres Cilegon

Memberikan santunan tidak akan mengurangi harta, bahkan sebaliknya menjadi keberkahan tersendiri bagi umat Islam yang rajin bershodaqoh, “Dengan rutin setiap bulan mengadakan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, semoga jamaah Masjid Baiturahman Fedora beserta keluarganya dapat berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan dalam kehidupan anak yatim dan dhuafa,” ujar Bendahara DKM, H. Edy Suwarno.

Dalam keterangan persnya, Rekno Riyanto menjelaskan sekalipun kondisi perekonomian rakyat di tengah serangan Covid-19 sedang turun drastis ke titik nadir, namun tidak lantas harus menutup mata, menumpulkan daya sensitivitas terhadap empati kemanusiaan dan persoalan-persoalan sosial di sekitar lingkungan terdekat.

Baca Juga  Sekda Tinjau Vaksinasi Di RW 08 Perumahan Taman Kirana Kecamatan Solear

Riyanto menegaskan, “Untuk memahami esensi kemanusiaan yang beradab dan keadilan sosial harus dimulai dengan merawat kesadaran kolektif serta memberikan perhatian dan bantuan secara kontinyu kepada kaum marginal, karena perut yang lapar tidak bisa dijawab oleh pidato politik dan retorika belaka.” (red)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *